Olahraga Selalu Jadi Sarana Pemersatu

By Redaksi SS 01 Nov 2018, 11:45:22 WIB Semarangan
Olahraga Selalu Jadi Sarana Pemersatu

Keterangan Gambar : Walikota Semarang, Hendrar Prihadi (baju putih) saat menyalami para santri Pondok Pesantren Askhabul Kahfi, Polaman Mijen Semarang, Rabu (31/10/2018). (dok: semarangkota.go.id)


Semarangsekarang.com - Walikota Semarang Hendar Prihadi meminta para santri untuk bersatu, menjalin silaturahmi dan membangun jaringan sebanyak mungkin. Hal itu disampaikannya terkait dibukanya Pekan Olah Raga dan Seni Pondok Pesantren (POSPEDA) Kota Semarang Tahun 2018,  di Pondok Pesantren Askhabul Khafi , Kelurahan.Polaman Kecamatan Mijen Kota Semarang, Rabu (31/10/2018).

Pospeda merupakan ajang pembinaan para santri yang tergabung dalam Pondok Pesantren yang bertujuan untuk menggali potensi para santri dibidang olah raga dan seni. Selain acara tahunan yang mengusung tema ‘Santri Bersatu, Sportif, Raih Prestasi’ itu ini juga dijadikan momentum untuk perekat kerukunan dan silaturahmu serta persatuan dan kesatuan bangsa khususnya kalangan pondok pesantren.

Didepan para pengasuh Pondok Pesantren, Ketua UN Semarang, Muspida, dan Para Santri, Walikota Hendi menyampaikan bahwa pekan olah raga ini harus dijadikan ajang untuk mempererat antar santri, antar pondok pesantren, serta mendekatkan Pemerintah dengan Pondok pesantren.

Manfaatnya selain dijadikan simulasi untuk bersaing secara sehat juga merupakan puncak dari fenomena prestasi para santri indonesia serta sebagai ajang untuk memberikan porsi yang sama kepada para santri untuk mengembangkan potensi di bidang olah raga dan seni seperti pelajar lainnya.

 “Seperti pada saat hari santri tanggal 22 Oktober kemarin, disampaikan bahwa moment kemerdekaan kita tak luput dari perjuangan para santri. Untuk itu pada moment ini kita harus bersatu dan menjalin silaturahmi meski berasal dari pondok pesantren lain,” ujarnya.

Ia juga menegaskan para santri untuk membangun jaringan seluas mungkin. Menurutnya jaringan atau networking ini kelak akan menjadi kunci sukses saat di dunia kerja nanti. “Jangan sampai gontok-gontokan di media sosial atau salung menjelekkan satu dengan yang lain. Justru kita harus bersama dan saling nyengkuyung,” tegasnya.

 Di akhir ia meminta para santri yang bertanding siang itu untuk menjaga sportifitas. “Mengalir saja yang utama buat jaringan sebanyak-banyaknya,” pungkas Hendi.

Di tahun kedua ini, Pospeda diikuti oleh 514 atlet dari 21 pondok pesantren se Kota Semarang yang mempertandingkan 5 cabang olah raga dan seni diantaranya Futsal, Silat Seni, Rebana, Bola Voli, olah raga tradisional Dagongan. Tak hanya 514 atlet, ajang olahraga bagi santri tersebut juga dimeriahkan oleh 2.000 santriwan santriwati yang berpartisipasi sebagai suporter.

Usai pembukaan oleh Walikota Semarang para peserta disuguhi atraksi reog dari pondok pesantren Askhabul Khafi, pembacaan ayat suci Al Quran, serta pelaksanaan lomba pertama. Perlombaan olah raga dan seni tersebut dilaksanakan selama 2 hari hingga 1 November 2018. (semarangkota.go.id-SS)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment